ALBUM REVIEW: Cradle Orchestra’s “Velvet Ballads” (2009)
Written by: serenada
Velvet Ballads (2009)
By : Cradle Orchestra
Label : Goon Trax Japan
Genre : Adult / Jazz-Influenced / Post-Organic Hip-Hop
Situs : http://cradleorchestra.com/
Apa yang kamu harapkan dari sebuah album Hip-Hop rilisan baru? Saya sih berharap, bisa mendengar musik yang groovy, otentik, kaya suara dan ‘dewasa’. Apa yang pertama kali terlintas di kepala saya? “JAZZ-influenced RAP MUSIC!!!”
Tentu setelah tahun lalu ‘kuping Jazz’ ini dikecewakan album Pete Rock yang tidak menawarkan hal baru, serta Common yang terdengar seperti “om-om clubbing dalam masa puber kedua yang menenggak Viagra kebanyakan”, album Cradle Orchestra ini menjadi semacam pemulih kerinduan terhadap musik Jazz Rap yang bagus di awal tahun ini.
Apa sih yang ditawarkan Cradle Orchestra dalam album “Velvet Ballads” tahun ini?
Kamu akan mendengarkan 14 Jazz tracks yang sebagiannya mengikusertakan lirikus rap terkenal didunia yang para Hip-Hoper sejati pasti kenal, seperti: CL Smooth (ex-Pete Rock & CL Smooth), Aloe Blacc (Stone Throw, ex-Emanon), Talib Kweli, Black Thought (The Roots), dan Raaka Iriscience (Dilated People) diiringi live-band berisikan-masing-masing- seorang pemain violin, flute, piano, bass guitar dan dan dua orang DJ.
Selain single yang dirilis videonya beberapa saat lalu “Talk it Out”, masih ada beberapa tembang cukup menjanjikan disini. Misalnya, Aloe Blacc yang belum kehilangan kepuitisannya dewasa-mudanya di “Mountain Top”; lirikus Talib Kweli dan Black Thought, masing-masing dengan “So Fresh” & “Live Forever”; sentuhan khas jazz-rap CL Smooth yang masih semahir ketika dia masih bersama Pete Rock, dalam”All I Want In This World; serta Rapper underground Brooklyn Amerika, O.C. dengan lirik indah diatas lagu “Food for Thought.”
Selain 12 track berisi rap dan nyanyian, Cradle Orchestra juga memberikan lagu Jazz instrumental bersemangat “Jag Jam Jazz” ditemani kucekan DJ, serta “Velvet Ballads”, yang manis-manis sendu, menutup album dengan nama yang sama ini.
Jujur yah, saya merasa tidak ada banyak kejutan disini selain mendengar album 90an The Roots, dengan beda variasi MC pengusung, dan sentuhan instrument musik berbeda, seperti flute dan violin. Tapi agaknya Velvet Ballad cukup menjadi jawaban lumayan kepada ‘kuping-kuping tua’, ketika tahun lalu pula The Roots mulai berinovasi kearah lebih elektrik dengan Rising Down-nya.
Akhir kata, album Hip-Hop ini menjadi satu dari sedikit yang masih cocok diputar di dalam mobil dalam perjalanan bersama pacar atau istri kita, tepatnya malam-malam, ketika hingar bingar synthesizer terdengar terlalu bising untuk mengusik kesyahduan melodi hembusan angin malam.(irfan)
Kalau mau dengar contoh musik mereka,kamu bisa didengar satu-satu di page myspace KLIK SINI
atau videonya bisa langsung kamu lepas lihat di youtube. KLIK SINI



Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.