INTERVIEW WITH PANDJI PRAGIWAKSONO PART 1
Written by: pangeran

Beberapa minggu lalu Mostboy ditemani Hiphopjournalist berkesempatan untuk mewawancarai seorang presenter/MC/penyiar radio yang juga berkarya dalam musik hiphop yaitu Pandji Pragiwaksono. Bertempat di sebuah cafe yang terletak dalam Grand Indonesia, Pandji bercerita banyak mengenai musiknya, motivasinya dalam berkreasi, dan juga pandangannya mengenai musik hiphop Indonesia serta masa depannya.
Postingan ini adalah part 1 dari beberapa part yang nanti akan dipost secara berkala. Interview ini sengaja disajikan dalam beberapa part agar tidak kepanjangan (kami tahu, anda-anda banyak yang malas membaca teks panjang-panjang. Kami juga kok
).
———————————————–
INTERVIEW WITH PANDJI PRAGIWAKSONO
Pada waktu elo pertama kali membuat album, banyak orang di luar sana yang mencibir dan skeptis. Gue juga pernah bikin thread tentang itu di hiphopindo dan tanggapan orang rata-rata negatif. Bagaimana elo menyikapinya?
Itu semua sangat bergantung pada reputasi. You cant create reputation. You have to create reputation. Kaya cinta. Elo ga bisa maksa orang cinta sama elo. Elo harus bikin orang cinta sama elo. I know what I do with this album. I know what im hoping for. I do what I wanna do. Berharap pada akhirnya apakah masih kaya gitu. Buanyak banget yang bilang, “Palingan Cuma 1 album”. Im already making my 2nd album right now. In time, orang akan berganti skeptismenya. Gue cuma bisa menjalani aja.
Apa sih motivasi awal elo membuat album?
Awalnya istri gue nanya, “Kamu mau ngapain tahun 2008?”. Gue kan ga ngerti nih pertanyaan bini gue apaan. Trus dia bilang, “Menurutku, kamu harus berkarya, ga hanya bekerja”. Kita tahu 2 hal ini berbeda. Kalau bekerja kan elo melakukan sesuatu biar ga dipecat atau elo dapat duit terus. Jadi elo berbuat baik buat orang lain. Kalau berkarya, elo pengen karya elo bagus. Waktu itu bokap gue pernah ngomong sama tamunya dari Jerman di Sultan, kala itu masih Hilton. Dua-duanya engineer. Trus Orang Jerman itu bilang, “Orang Indonesia aneh deh. Kenapa orang Indonesia kalau bikin ukiran itu detail banget, tapi kalau bikin anak tangga, yang satu 8 cm, yang satunya lagi 8,5 cm, 8 2/3 cm, trus 8 cm lagi. Trus kata bokap gue, “Yang bikin tangga itu kerja. Yang bikin ukiran itu berkarya“. Dan itu nempel banget di gue. Trus gue bilang ke istri gue, “I know you mean”. Gue mikir, apa ya. Dia bilang, tarik aja ke belakang, kamu pengen ngapain. Trus gue bilang, I wanna be a rapper. Secara genre musik, it was the first that I fell in love with. What’s stopping you? I am 28 years old. Gue google aja. Pada saat itu gue tahu Jay-Z ketika memulai semua itu sudah uzur, sudah tinggi umurnya. Ga ada alasan lagi. Ketika itu masih ada di kepala gue, muncullah Endru, Nukie, sama JD, interview di HardRock FM. And then it clicked, ya udah. Pada akhirnya terjadi gitu. Dasarnya adalah gue ingin berkarya. I don’t wanna just work. I wanna live something that I love. Dan akhirnya jatuhlah album ini.
Berapa lama proses mikir-mikirnya?
Satu setengah bulan. Dalam satu bulan itu ketemu Nukie dan Endru. It took me about 2 minggu untuk nelepon Endru dan bilang, “Gue jadi deh bikin album”. That was the defining moment. Karena gue dateng sama istri gue trus gue dengerin. I got lost and all these beats yang Endru punya, gue tahu gue bakal isi apa. Jadi gue bawa pulang.
Seberapa penting kejujuran bagi elo dalam bermusik?
Bagi gue, terutama, it’s everything. It’s everything, it’s your preference. Your honesty is who you are. If I can say this bluntly, menurut gue banyak banget musisi dan band di luar sana yang membawakan tema yang gak pengen mereka bawakan. Tapi mereka ga bisa disalahkan karena pada saat mereka membuat album mereka memakai duit orang lain, dalam hal ini major label. Jadi, yang ngasih duit, it’s business for them. Yang ngasih duit berharap duitnya balik dong. Yang dipinjemin duit merasa ada beban, gue harus menjual nih. They stop thinking about what they wanna do. They start thinking about what they have to do to sell. Akhirnya mereka melakukan apa yang menjual. Padahal kalau mereka kembali kepada kejujuran -gue rasa sebentar lagi akan ke sana dengan era digital-, semua orang akan jadi unik karena semua orang jadi ga punya beban buat balikin duit dan semua orang jadi pengen jujur sama diri sendiri. Your honesty is who you are. Karena itu penting sekali. Makanya ketika keluar, banyak yang ga suka sama pesan-pesan gue. 50% ga suka, 50% suka. Itulah resiko maju menjadi diri elo sendiri. Kalau elo mau sok-sok menjual, 80% akan suka sama elo, but that’s not who you are.



Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.