O’ON : SIAPA BILANG BLO’ON

Written by: editor

dikutip dari Hai-online
http://hai-online.com/Hai2/Band-Of-The-Tweek/O-ON-SIAPA-BILANG-BLO-ON

“Rap ato hip hop mungkin bisa cuma tren di musik Indonesia. Tapi, buat kami nge-rap adalah pilihan bermusik.”
( Penulis : Erick Tobing )
Foto: Vibe
profile-oon
Nama grup ini singkat aja: O’on. Karenanya, wajar aja kalo nama itu langsung diartikan sebagai “blo’on’, alias bodoh atau tolol. Belum lagi singel yang diusung grup rap ini pun nggak kalah nyeleneh: Gak Punya Pulsa.

Tapi, ternyata O’on bukan diambil dari sebutan “blo’on”. Melainkan diambil dari singkatan nama “On My Own”. Itulah nama studio musik, milik sekaligus tempat empat cowok ini mangkal.

“Tapi bisa juga sih O’on berarti “orang-orang narsis, atau bisa juga “orang-orang nakal,” ungkap Deky, personel O’on yang berbodi paling jangkung.

“Tapi kalo mau dibilang O’on itu blo’on juga gak apa-apa. Kami emang nggak bisa nyanyi bagus kok, tapi maksudnya nggak bisa nyanyi sebagus Afgan..hehehe” timpal Kobuele (dibaca: Kobul), personel yang berbodi paling subur.

Empat cowok O’on ini emang santai abis. Misal, kelompok rap ini aja dibentuk cuma 2 hari menjelang pendaftaran Hai-IM3 Unsigned Grup Competition 2009 (UGC 09) ditutup. Begitu juga sama proses rekaman lagu, Gak Punya Pulsa.

“Kami dibentuk dan bikin lagu itu khusus buat ikutan UGC 09,” ungkap Kobul.

Biar lewat proses dadakan itu O’on boleh berbangga. Grup rap ini terpilih jadi salah satu yang terbaik mewakili Semarang. Hingga lagu, Gak Punya Pulsa termuat di album kompilasi, Unsigned Grup Compilation (Agustus 2009). Dan yang lebih membanggakan lagi, lagu mereka, Gak Punya Pulsa melesat jadi singel pertama, mendahului 14 lagu lainnya dari album kompilasi tersebut.

Lagu Gak Punya Pulsa diakui mereka bukan cuma lahir dari pengalaman pribadi, tapi sungguh dari keseharian. Dan bisa jadi emang keseharian kita juga.

“Punya HP punya lebih dari satu, tapi semuanya sering nggak bisa dipake, karena nggak ada pulsanya..hehe,” kata Kobul yang diamini sama tiga temennya, selain Deky, juga ada Jun dan Toowex (dibaca: tuwek alias tua).

O’on emang baru dibentuk. Tapi empat cowok grup ini dah maen bareng cukup lama. Kobul sama Deky sempet tergabung di grup rap, Second Clan. “Kami sempet lho maen di TV nasional, pernah juga tampil bareng Too Phat,” kenang Kobul.

Sementara Jun dan Toowex pernah berkiprah di kelompok Gangsta yang kabarnya sempat wira wiri di berbagai panggung musik dan kafe di seputaran Semarang dan Jawa Tengah.

O’on boleh saja diledek blo’on. Tapi, begitu bicara tentang niat mereka berkiprah di blantika rap/hip hop, empat cowok ini lumayan cerdas.

“Rap ato hip hop mungkin bisa cuma tren di musik Indonesia. Tapi, buat kami nge-rap adalah pilihan bermusik. Lewat rap, kami bisa lebih ekpresif – mengungkapkan semua yang ada di dalam hati kami sejujur-jujurnya,” kata Kobul yang didaulat temen-temennya sebagai pengurus O’on.

Lewat Gak Punya Pulsa, O’on memang baru menapak di khasanah musik yang lebih luas. Tapi, grup ini punya sederet harapan. Dan itu sungguh bukan harapan kosong. (iwan)

This entry was posted on Saturday, December 19th, 2009 and is filed under ARTICLES, INDONESIA. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.


Links

Archive