Oleh Quatro matic dari FORUM DISKUSI
Well, this is Jedi Mind Tricks baybieehh… kalian boleh menyebutnya tipikal epic hardcore. Whatever, gw anggap mereka sinting. Apalagi untuk album terbarunya, “Servant in Heaven, King in Hell,” yang sudah beberapa hari ini menghiasi winamp gw. Dan review ini terwujud atas jasa baik Robert de Kunstvorm yang sudah baik hati membongkar IPodnya demi album sialan ini.
Servent in Heaven, King in Hell adalah album ketiga Jedi Mind Tricks setelah Vision of Gandhi dan Violent by Design. Tentunya juga setelah beberapa single mulai dari Animal Rap, hingga Kublai Khan, dan juga proyek keroyokan mc/dj/producer se-Philadelphia bernama Army of The Pharaoh.
Kesan yang ingin dibangun masih konsep lama; surealis, hardcore, epic, latin, tapi tidak terlalu eksperimental. Track intro telah berhasil menciptakan atmosfir tadi, dengan speech, string dan breakbeat. What a classic! Selanjutnya yang pasti sudah ditunggu semua penggemar mereka adalah epic orkestra dengan suara opera. Kali ini tidak terlalu sering muncul, tapi optimal dalam eksplorasi. Dan puncaknya ada pada track Heavy Metal King. Perfect gimmick! Selain orkestra muncul juga ada banyak sample latin yang sama sekali tidak jiggy, tapi justru terasa menyayat. Seperti pada track Suicide dan Shadow Business, yang sepertinya ingin menggali roots Vinnie Paz tapi dengan karakter yang gelap. Bahkan kadang, sample latin, baroque, dan epic orkestral bercampur jadi satu, seperti pada track Outlive The War.
Kalau kamu menunggu vokal cewek nyanyi ala album hiphop lainnya, maka kamu tidak akan dapatkan vokal RnB. Yang ada hanya track kontemplatif berjudul Razorblade Salvation dengan kolabo dari Sarah Worden of The Bright Diamond, yang sekilas suaranya mirip Tori Amos yang pitchnya diturunin dikit. Sepertinya style seperti ini adalah hobi baru dari Jedi Mind Tricks, coba aja dengerin When All Light Dies dan Black Winter Days.
Selain Sarah Worden, orang lain yang berada di album ini masih orang-orang lama di sekitar Jedi Mind Tricks. Sebut saja Reef The Lost Cause, Chief Kamachi, Block Mc Cloud, dan RA The Rugged. Suara scratch yang kadang-kadang muncul disample dari suara Prodigy yang digaruk oleh DJ…….., turntablist yang selama ini menemani tour mereka. Belum lagi potongan jargon “Suicide, it’s a suicide,” so phukkin classic! Oh iya, jangan lupakan Ill Bill, ex Non Phixion yang sekarang gabung ke La Coka Nostra, gw ga perlu menjelaskannya lagi.
Jedi Mind Tricks yang kini hanya berisi Vinnie Paz (mc) dan Stoupe (beat producer), telah berhasil menghadirkan kematangan lirik, musikalitas, dan tata sound, yang jauh lebih baik dari album-album mereka sebelumnya. Album ini adalah pembuktian kualitas yang sempat diragukan pasca cabutnya Juzzalah di album kedua. Stoupe masih mempertahankan karakter musiknya, tapi yang hebat adalah mixingnya yang nggak lagi menampilkan suara terlalu noisy tapi masih berkesan gritty. Dan pastinya dengan pilihan loop sample yang berkualitas. Lalu untuk lirik Vinnie Paz, banyak yang mengakui jauh lebih dewasa. Lirik bawah sadar dengan metafor yang berhasil mewakili pengalaman pribadi emosionalnya hingga sikap politiknya dalam melihat dunia dan industri hiphop yang semakin konyol. “We got the gangster sh1t” hahaha… Tapi favorit gw adalah ketika Vinnie ngomongin modern slavery yang dilakukan oleh industri Amerika, khususnya pada orang hispanik dan Asia.
Album ini adalah pilihan yang cocok untuk mendengarkan musik hiphop yang mantap setelah sedikit butuh istirahat dari gempuran sound-sound hiphop eksperimental ala 3D (DefJux, Dalek, dan Dangermouse hahaha…).
Penilaian subyektif gw
Musik : 4.5/5
Mixing : 5/5
Lirik : 4.5/5
Overall : 4.7/5
Almost perfect!!!









Comments