INDONESIA, RAP|November 18, 2011 4:04 pm

JFlow: Publik Hanya Perlu Terbiasa

Jadi, kalau ada rapper yang bilang bahwa media nggak ngasih ruang buat mereka, coba dipikir lagi, deh. Media yang nggak ngasih ruang, atau kitanya yang nggak tahu bagaimana cara supaya kita bisa mengisi ruang itu?

-JFlowrighthere-

Lead di atas adalah salah satu kutipan obrolan aku dengan Joshua Matulessy a.k.a JFlow sebelum cowok asal Ambon itu mulai syuting program Provocative Proactive yang tayang di Metro TV. Sejak pukul empat sore, ia dan seluruh kru sudah stand by di lokasi, meskipun acara baru dimulai tepat pukul 21.30 WIB.

Kebetulan, hari itu aku diundang untuk meliput syuting Provocative Proactive edisi Sumpah Pemuda di Gedung Arsip Nasional, Jakarta Pusat. Khusus episode kali ini, guest star-nya adalah musisi-musisi #INDONESIASTANDUP, yaitu JFlow, NSG, Saykoji, Yacko, dan Wizzow. Berbalut kostum panggung warna merah, mereka tampil memukau penonton. Tak terkecuali, NSG yang setia dengan jaket beruangnya sangat menarik perhatian penonton Provocative Proactive malam itu, meskipun tanpa Ras Muhamad.

Aku datang ke lokasi jam 7 malam sesuai jadwal interview yang memang sudah kami sepakati satu hari sebelumnya. Di lokasi, aku menyapa JFlow yang sedang duduk santai di depan panggung. Malam itu, ia mengenakan setelan kasual kaos putih dan celana jeans plus sandal. Dengan ramah, ia langsung mengenali aku dan balik menyapa.

Meskipun acara baru dimulai dua jam lagi, tapi penonton yang datang sudah memenuhi kursi-kursi taman yang disiapkan. Ini adalah kali ke dua Provocative Proactive syuting outdoor. Layaknya garden party di malam hari, area taman dihiasi lampu-lampu indah yang menerangi wajah-wajah ceria penonton. Untungnya, malam itu nggak turun hujan.

Karena terlalu ramai di area syuting, kami memilih untuk ngobrol di ruang make-up. Ruang make up-pun dipenuhi para perias wajah dan artis-artis, seperti Yacko, Raditya Dika, Andhari, dan Pandji yang sedang bersiap-siap karena syuting akan dimulai setengah jam lagi. Meskipun sembari sibuk berganti kostum, JFlow tetap antusias menjawab pertanyaan dari aku. Bahkan, jawabannya semakin luas dan juga informatif banget. Silakan disimak obrolan aku dengan JFlow di bawah ini, ya!

Sumber foto: facebook

Hai Bang Joshi, apa kabar?

Hai, kabar baik.

First question, bagaimana kabar perkembangan album Dream Brave-nya? Sudah berapa persen?

Kalau per hari ini, tinggal 2 lagu lagi yang belum mixing, dan lagi persiapan desain cover albumnya aja. Ya… sekitar 80% sudah rampung. Rencananya akan ada 10 lagu di album ke-2 ini.

Dengar-dengar sudah banyak yang pre-order ya?

Yup, untuk per hari ini lebih dari 1.000 keping.

Memang target penjualan albumnya berapa banyak?

Yang pasti melebihi penjualan album solo pertama “Facing Your Giants” di tahun 2008 yang terjual lebih dari 3.000 copy.

Waktu pertama kali diajak untuk bergabung di Provocative Proactive, apa yang membuat Bang Joshi setuju?

Yang pertama sih senang karena itu kan bermula dari social media. Awalnya, Pandji, Radit, Ronald dan aku saling nge-tweet tentang Indonesia, terus kami sepakat untuk ketemuan dan diskusi di sebuah kafe. Nah, dari situ obrolan kami mulai serius dan sepertinya perlu diketahui oleh orang lain karena bermanfaat, terutama anak muda yang sekarang ini skeptis dan apatis, juga serba nggak mau tahu tentang politikal Indonesia.

Akhirnya, kami sepakat untuk membuat program tv Provocative Proactive. Ini proyek yang besar untuk kami karena beberapa dari kami sebelumnya memang nggak berpengalaman jadi host di acara tv. Aku sendiri baru pertama kali jadi host acara tv di Provocative Proactive.

Khusus episode kali ini, bisa diceritakan mengenai konsepnya untuk tema Sumpah Pemuda?

Konsepnya begini, kami mau menunjukkan bahwa perjuangan anak muda di zaman penjajahan dulu itu berbeda dengan perjuangan zaman sekarang. Kalau dulu zamannya Indonesia dijajah oleh bangsa asing, yaitu Belanda, sekarang justru Indonesia dijajah oleh sesama orang Indonesia sendiri. Dalam arti bukan harus berantem, tapi yang membuat bangsa kita nggak maju itu karena kita sendiri kan? Terutama pejabat-pejabat yang ada di atas sana, orang-orang yang duduk di pemerintahan, dan orang-orang yang sebenarnya nggak punya hati untuk memimpin bangsa ini dan mencari keuntungan sendiri.

Oleh karena itu, kita sebagai anak muda harus punya cara untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa dari negaranya sendiri. Ibaratnya, kalau anak muda zama dulu nggak tahan lihat penjajah maka anak muda sekarang juga harus nggak tahan lihat para koruptor yang merajalela. Sebagai pemuda, elo harus berjuang, elo harus bertindak, elo harus membuat sesuatu, dan pastikan diri lo siap untuk menggantikan posisi ketika suatu hari para pemimpin yang korupsi itu jatuh.

Menyanyikan lagu "Indonesia Raya" sebelum syuting dimulai

Jadi, pesannya adalah anak muda zaman sekarang harus mengerti tentang politik, ya?

Ya. Pendidikan politik itu penting. Gini, nggak semua orang perlu mendalami politik, nggak semua orang harus jadi politisi, tapi sebagai warga negara yang baik, kita harus mengerti bagaimana caranya menjalankan sebuah negara sehingga pada saat suatu hari kesempatan itu ada, anak muda Indonesia yang bersih-bersih ini bisa bergerak. Nah, jangan sampai bersih sebersih-bersihnya juga sampai otaknya ikutan bersih dari pemahaman tentang politik. Oleh karena itu, kita harus ngerti politik.

Baiklah, akan aku pelajari sedikit demi sedikit. Masuk ke pertanyaan seputar Hip Hop, kenapa di beberapa episode Provocative Proactive selalu mengundang musisi Hip Hop sebagai guest star-nya? Ditambah lagi, untuk episode kali ini mengundang teman-teman #INDONESIASTANDUP kan?

Sebenarnya nggak juga, sih. Kami juga pernah mengundang Citra ‘Idol’, Tompi, Glen Fredly, Efek Rumah Kaca, dan lain-lain. Hmm, tapi memang kebetulan karena aku dan Pandji juga rapper, akses untuk mengundang teman-teman Hip Hop itu lebih gampang. Jadi, memang kita seperti mengundang teman main dan teman-teman di komunitas.

Kedua, jujur, memang artis-artis Hip Hop adalah artis yang paling jarang dikasih air time dan expose dari media pun paling kecil maka kamilah yang menyediakan ruang tersebut. Kalau artis-artis lain pasti sudah sering muncul di Derings, Inbox, Dahsyat, dan kawan-kawannya, sedangkan Hip Hop masih belum bisa seperti itu.

Ketiga, musik Hip Hop adalah musik yang sarat dengan pesan, dan program Provocative Proactive juga selalu menyiratkan pesan dibalik setiap cerita. Jadi, musik Hip Hop dan program Provocative Proactive saling berkaitan dan saling melengkapi. Dengan begini, kami juga bisa menunjukkan bahwa musik Hip Hop adalah musik yang cerdas dan benar-benar punya message.

Termasuk sarana untuk promosi juga nggak buat albumnya Bang Joshi yang mau rilis atau lagu #INDONESIASTANDUP-nya?

Nggak, sih, karena lagu “Hands Up” yang dijadikan soundtrack bukanlah lagu single, dan satu lagu lagi berjudul “Resah” itu belum pernah dibawain seumur hidup, hanya ada di album. Lagi pula, penontonnya Provocative Proactive bukan target utama market pembeli album Dream Brave.

Memang sempat bawain single “We Are One” di episode Hari Kemerdekaan RI karena moment-nya pas dan di lagu ini menceritakan tentang persatuan Indonesia, bukan untuk promosi.

Lanjut ke pertanyaan berikutnya, kenapa Bang Joshi memilih Hip Hop?

Aku nggak pernah memilih Hip Hop, tapi Hip Hop yang memilih aku. Jujur, aku nggak pernah mencari musik apa yang sesuai untuk aku. Bahkan, dari kecil sampai SMA, musik itu belum menjadi bagian penting dalam hidup, hanya sebatas penikmat dan nggak pernah juga menganalisa sebuah lagu.

Begitu aku suka musik, benar-benar seriusin itu di Hip Hop. Lalu, gue pun ketemu Igor karena satu kampus di UPH (Universitas Pelita Harapan) dan akhirnya featuring sampai bareng di Saykoji.

Jadi, pertama kali aku jatuh cinta dengan yang namanya manggung dan menulis lirik, itu Hip Hop. Aku memang suka menulis dari dulu. Saat tes IQ pun, kemampuan linguistik (bahasa) aku paling tinggi di antara skill yang lain.

Pandai berbahasa itu bagus, loh. He he he. Jadi, apakah  Bang Joshi mau mengikuti jejak Mas Pandji untuk beraksi dengan stand up comedy?

Hmm, aku nggak tahu apakah orang lain menganggap aku lucu, tapi kalau diminta freestyle buat sekadar nyeletuk aja, sih, bisa. Pengen coba stand up, tapi harus banyak belajar dulu kayaknya. He he he.

Lalu, ada proyek yang sedang dikerjakan saat ini?

Lagi seru menikmati menjadi profesi baru sebagai produser dan penulis untuk artis-artis lain, terutama di luar Hip Hop.

Lebih jelasnya?

Umm, ada satu artis pop cewek dan duo cewek (1 dj dan 1 singer) bernuansa dance-pop karena album Dream Brave juga musiknya lebih ke dance music.

Mungkin untuk anak-anak Hip Hop, album Dream Brave ini sudah kurang Hip Hop karena terlalu nge-dance, tapi inilah interpretasi aku.

Pertanyaan  terakhir, apa rencana Bang Joshi untuk ke depannya?

Membuat Hip Hop makin mainstream. Kalau menurut orang lain Hip Hop masih sulit diterima, aku berhasil membuktikan bahwa Hip Hop sudah bisa diterima. Lagu “We Are One”, itu Hip Hop song yang full bahasa Inggris, bisa menjadi chart nomor satu di Jak FM, dan dalam satu hari diputar sebanyak enam kali. High rotation untuk lagu bahasa Inggris yang dinyanyikan oleh orang Indonesia.

Maksudnya gini, aku berhasil buktiin kalau Hip Hop itu bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Contoh lain, lagu “Hands Up” yang dijadikan soundtrack Provocative Proactive mencapai angka download sampai 20.000 lebih. Itu membuktikan bahwa orang suka dengan lagu itu, padahal itu lagu Hip Hop banget. Dengan seringnya diputar, orang hanya perlu terbiasa untuk menyukai sebuah karya.

Jadi, kalau ada rapper yang bilang bahwa media nggak ngasih ruang buat mereka, coba dipikir lagi, deh. Media yang nggak ngasih ruang atau kitanya yang nggak tahu bagaimana cara supaya kita bisa mengisi ruang itu? Mereka ngasih ruang, kok, tapi kita harus pintar untuk membaca tren dan apa yang dibutuhkan oleh radio karena se- mainstream-mainstream-nya aku atau Saykoji, tetap ada radio yang kami nggak bisa tembus begitu aja.

Oke, sip, aku harus siap-siap dulu, nih …

Oke, terima kasih Bang Joshi buat kesempatan ngobrolnya. Mudah-mudahan rencana-rencana besarnya bisa tercapai. Terima kasih juga atas masukannya untuk teman-teman Hip Hop di seluruh Indonesia.

Tags: ,
  • Share this post:
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg

2 Comments

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Switch to our mobile site