Paul a.k.a PDouble Kurangi nge-MC Demi DJ

Salah satu premier MC di Jakarta, PDouble, memulai kariernya dengan SoundQuest Entertainment Group yang berbasis di Toronto, Kanada pada tahun 1997. Sejak itu, ia pun mulai berprofesi sebagai DJ (disk jockey), DJ/host sebuah acara radio, dan MC di beberapa hip-hop/R&B party. Cintanya kepada musik telah membuka pintu untuk mengeksplorasi bakat-bakat terpendamnya. DJ yang terbilang ramah ini selalu menambahkan energi yang tinggi untuk setiap penampilannya. Belakangan, DJ PDouble sedang mengurangi jadwal nge-MC demi serius menjalani karier di dunia DJ.

Dengan bantuan DJ PDouble pula, aku bisa mengenal DJ-DJ senior lain dari SoulMenace. Nah, kalau kamu penasaran dengan DJ yang juga berprofesi sebagai penyiar radio ini, aku sudah merangkum hasil obrolan dengan PDouble khusus untuk pembaca hiphopindo.net. Hmm… apakah dia akan meninggalkan profesinya sebagai MC? Coba temukan jawabannya di artikel khusus ini.

DJ PDouble

Hai DJ PDouble, apa kabar?
Kabar baik, and big thanks to HHI for this interview…

Thanks juga untuk DJ PDouble yang sudah meluangkan waktu untuk interview ini. Langsung ke pertanyaan pertama, ya… who’s your actual name?
My actual name is Paul Palélé. Awalnya, gue mulai dipanggil “Double P” itu karena nama gue dua-duanya dimulai dengan huruf “P”. Pas pertama kali diajak siaran di salah satu acara radio di Toronto, nama gue salah disebut sama host-nya menjadi “P Double”. Efeknya, semua teman gue yang lagi dengerin acaranya terus ngetawain, dan sejak itu gue susah untuk lepas dari nickname tersebut.

Mungkin juga supaya nickname-nya lebih mudah diingat. He he he. Boleh ceritakan awal mula DJ PDouble belajar nge-DJ di Kanada?
Just like most of you, I grew up as a music lover, dan gue sangat beruntung karena sudah dikasih kesempatan untuk tinggal di luar negeri sejak kecil, and I was exposed to music from a very young age because I always surrounded myself around other music lovers. Lalu, akhirnya gue bergabung dengan SoundQuest Entertainment Group which was comprised of 4 active members at the time, each of them skillful and respected DJs reaching major clubs, events, and radio.

Awalnya, gue bertugas sebagai manager, tapi kalau kita berteman dengan orang-orang berbakat, pasti akan ada influence ke diri kita juga. Nggak lama setelah bergabung, gue mulai belajar nge-DJ di rumah teman-teman gue, sampai sengaja nginep di rumah mereka supaya bisa latihan berjam-jam pakai alat dan pelat-pelat mereka, secara gue belom punya sendiri. I would practice for hours at a time, bukan hanya di rumah, tapi gue juga mulai nge-MC untuk SoundQuest. Dari sinilah, setiap kali gue dampingi salah satu DJnya, gue manfaatkan kesempatan itu untuk memperhatikan apa yang dia lakuin dan belajar sebanyak mungkin secara teori. Beberapa tahun kemudian, gue sudah cukup baik untuk main opening set sebagai SoundQuest DJ’s, dan juga main live setiap malam minggu di sebuah stasiun radio di Toronto.

Dengan kata lain, karier nge-DJ sudah dimulai sejak masih tinggal di Kanada. Nah, kalau sudah cukup sukses di negeri orang, apa yang membuat DJ PDouble memutuskan untuk kembali lagi ke Indonesia?

Ini sebuah pertanyaan yang paling sering gue hadapin. Here are my top 3 reasons:

1.    Gue selalu percaya bahwa kalau kita ingin benar-benar menjiwai sesuatu, kita harus mengerti tentang sejarahnya, and just like Hip Hop and other music we love, we have to know its history and “roots”. Gue lahir di Indonesia, tapi sudah pindah ke luar negeri sejak umur dua tahun, dan baru balik lagi ke sini sekitar 10 tahun yang lalu. I came to a crossroads in my life a decade ago so I came home to find my “roots” and find out who I really was.

2.    Indonesia is home to some of the largest natural resources in the world. If we want to look to a better future, we have to recognize this and more importantly, do something about it. I hope people will be more aware of this over time and work to make this land of ours stronger, because one day that is all we will have left.
3.    My blood runs red and white, whether it’s from the Canadian flag or the Indonesian one. Ha ha ha…

Ha ha ha. Kalau begitu maaf sudah membuat DJ PDouble mengulang-ulang jawaban untuk pertanyaan di atas. Lanjut ke pertanyaan lain… waktu pertama kali belajar nge-DJ, pakai alat apa?
Seperti DJ SoulMenace yang lain, awal gue belajar main di zaman yang belum ada CD-J, tahun 90’an tepatnya. Sekarang gue menggunakan Serato, dan kalau ada pilihan gue masih memilih untuk pakai turntables. Bukan karena mainnya lebih bagus kalau menggunakan turntables (justru gue lebih sering ada salah-salahnya saat pake vinyl), tapi di industri yang sekarang penuh dengan “instant DJs” dan auto-sync, gue ingin orang melihat bahwa ada banyak DJ seperti gue dan lain-lainnya yang masih percaya dengan ‘The Art of Disc-Jockeying’, maupun set kita bisa terdengar kurang sempurna. Oleh karena itu, gue lebih percaya diri because my confidence comes from staying true to myself when I play.

Kalau untuk status, saat ini menjadi residence DJ atau by event saja?
Venue-wise, untuk sementara gue belom ambil residency, tapi kalau untuk SoulMenace, gue masuk rotational roster bareng yang lain di semua regular event kami. Di luar itu, gue suka diajak main di acara-acara lain on a per-event basis.

Sudah 10 tahun lebih mendalami dunia disc jockey sejak era keemasan Hip Hop di tahun 90’an, pastinya DJ pDouble ikut merasakan perkembangan DJ. Apa ada perbedaan antara DJ di tahun 90’an dengan saat ini?
Perannya seorang DJ sudah berubah drastis sejak tahun 90’an, dan sangat mengikuti perubahan dunia musik Hip Hop sendiri (yang sebenarnya nggak layak disebut lagi sebagai ‘Hip Hop’ tapi ‘Hip-pop’). DJ’s have crossed over into the pop music industry since the turn of the decade and they have gone from being leaders of introducing new music trends, to following pop culture, most of them just human jukeboxes playing the same requests over and over.

Lalu, apa yang membuat DJ PDouble betah di dunia DJ?
Gue merasa di dunia ini gue bisa jadi diri sendiri tanpa harus basa-basi or pretend to be someone I’m not, and I am able to share my true self with others melalui musik.

Bicara soal genre musik, jenis musik apa yang DJ PDouble suka?

It sounds cliché, but I love all music. I grew up listening to my brother’s rock favorites, my sister’s retro classics, and even my mom’s classical overtures. Ha ha ha. I  grew up listening to rock & pop music of the 80’s, R&B/Hip Hop of the 90’s, and house, mashup, and every other genre of the music evolution since. Intinya, gue suka musik yang berselera.

Jadi, menurut DJ PDouble, dunia DJ adalah…
… a place I can truly call ‘home’.

Apa aset terbesar yang dimiliki?
My biggest asset is my ability to think freely. Hal ini ngebantu membuka jalan yang akhirnya membawa gue ke titik ini. Jadi, aset sebesar apapun yang gue miliki sekarang nggak akan ada kalau gue nggak cukup percaya diri untuk berpikir bebas dan nggak selalu ikuti mainstream culture.

Untuk menjadi seorang DJ seperti sekarang, pasti ada orang-orang yang selalu menjadi inspirasi. Nah, siapa saja yang menginspirasi DJ PDouble?

Banyak orang yang menjadi influence gue selama ini, tapi kalau yang paling menginspirasi gue, yaitu DJ Cream. Bukan artinya gue ingin jadi seperti dia, dan bukan hanya karena skill dia sebagai DJ, tapi cara dia menghadapi karier dan kehidupan. Meskipun umurnya lebih muda, gue selalu ingin belajar dari dia, and he is one of the rare few in our industry that can ‘think outside the box’ and do what it takes to accomplish what he believes in, which is what will ultimately bring true success. Itu juga alasannya gue bergabung sama keluarga SoulMenace saat diajak dia, and have never looked back since.

Itu baru teman yang baik karena bisa menjadi inspirasi dan benar-benar mengajak untuk melakukan perubahan. He he he. Selain nge-DJ, kegiatan apa lagi yang dilakukan sehari-hari?

Gue sudah mengurangin gigs sebagai party MC di club (selain event-event tertentu). Bukan karena gue sudah nggak suka nge-MC, tapi gue harus tunjukin dengan jelas ke orang yang masih skeptis bahwa gue serius dengan keputusan gue untuk mulai karier baru sebagai DJ. Bukan hanya itu, gue juga ingin berkembang sebagai MC, jadi gue sekarang diajak nge-MC di acara-acara seperti fashion shows, product launchings, company gatherings, host/presenter of various concerts, dan Paranoia TV. Selain itu, mulai tahun lalu, gue diajak untuk menjadi host/commentator di ABL (Asean Basketball League) yang ditayangkan ESPN. Last but not least, di manajemen SoulMenace, gue bukan hanya sebagai talent, tetapi juga General Affairs handling Events/Talents.

Dengan beragam profesi yang dijalani, mana yang menjadi prioritas jika harus memilih salah satu?

Justru dengan profesi yang beragam ini, gue jarang harus memilih salah satunya aja, selain bentrok jadwal.


Hebat ya, bisa menggunakan kemampuan untuk berbagai profesi. Nah, seperti yang kita tahu, selain berprofesi sebagai DJ, pDouble juga seorang penyiar di HardRock FM dan host acara-acara televisi. Dengan berbagai kesibukan itu, bagaimana caranya membagi waktu?
Banyak kerjaan itu bagus, tapi ada negatifnya juga karena kalau kita terlalu banyak kegiatan, akan makin susah untuk fokus dan mengatur prioritas yang efeknya bisa ganggu kualitas hasil karya kita. Jadi, gue kadang harus ambil keputusan untuk ninggalin salah satu kerjaannya, dengan berat hati pastinya, karena itu pasti salah satu faktor yang bantuin karier gue berkembang.

Boleh ceritakan sedikit tentang ‘enaknya’ terjun ke dunia DJ?

Dari pertama kali gue pergi ke club, gue selalu perhatiin DJ yang lagi main, penasaran gimana rasanya jadi dia, mainin musik yang bisa bikin segini banyak orang merasa bahagia dalam satu saat yang sama. Gue sangat senang karena sekarang sudah bisa merasakan itu, because there no better feeling that making others happy, whether it’s hundreds singing to a commercial anthem they love, or one person in an empty club reciting along to the lyrics of an B-side you didn’t think anyone knew.

Hal yang nggak banyak orang tahu tentang DJ PDouble?

Gue orangnya nggak sombong, ini emang ‘setelan’ muka gue, nggak bisa terlalu diubah juga. Makanya gue sering pakai topi. Ha ha ha.

Setuju! Sebagai makhluk sosial, kita memang harus jauh dari kesombongan apapun. Lalu, apa pencapaian terbesar yang pernah diraih?

I used to think achievements were career-based, but it was difficult karena setelah dapat penghargaan atau bikin event yang sukses, atau main di acara besar, gue langsung set target baru dan mau usaha untuk kejar titik kesuksesan berikutnya. Akan tetapi, setelah gue menikah tahun lalu, gue berubah pikiran dan merasa bahwa pernikahan gue adalah pencapaian terbesar yang pernah gue raih (now or ever). Soalnya, untuk pertama kali gue bisa benar-benar komit di satu hal untuk seumur hidup, dan kalau gue udah bisa lakuin itu, I can do anything I set to accomplish, no matter how great.

Ow, so sweet… He he he. Next questions, Selama ini sudah berkolaborasi dengan siapa saja?

As an MC, many great local & foreign DJs yang nggak nyangka, gue bakal ketemu dan nge-MC-in, 9 of the top 10 DJs from DJ Mag, plus a few legends of  Hip Hop yang pernah main di Indonesia as a rapper, several respected local recording artists, like Sania, Shanty, Once, Lucy Rahmawati, Andy rif, Horney Browney along with several others.

icara soal masa depan, where do you see yourself in the next 10 years?

Gue ingin punya keluarga bahagia (who doesn’t?), but I still see myself in this entertainment industry, sejauh apa? Belum bisa gue bayangkan.

Selain sibuk dengan beragam profesi, apa ada proyek yang sedang dikerjakan saat ini?

Gue lagi memprioritasikan karier gue sebagai DJ, dan mudah-mudahan diajak lagi tahun ini jadi host di ABL supaya bisa menambah pengalaman sebagai sportscaster. Someday, I hope to be able to produce, but in order to become a good producer, I have much more to develop as a DJ, so I will cross that bridge when I get to it.

Amin. Semoga bisa tercapai. Lalu, pernah nggak membuat lagu untuk seorang wanita? He he he

Lagu sih nggak pernah, tapi dulu pas SMA, gue pernah bikinin ‘mixtape’ buat seseorang. Sayangnya, saat itu kita cuma ada double-cassette deck boombox, jadi lumayan ribet untuk ‘jaitin’ lagu ke lagu. Well, namanya juga usaha. Ha ha ha.

Karena pernah pergi di luar negeri, ke mana saja perjalanan terjauh yang pernah ditempuh?

Indonesia dari Canada lumayan jauh, sih, exactly halfway around the world, looong flights.

Sebelum berakhir, ada pesan yang ingin disampaikan untuk DJ di Indonesia?

DJs in Indonesia are some of the best in all of Asia, dari selera maupun skill, so all I can say is “keep up the good work in order to help pave the way for us to follow…”

Terima kasih DJ PDouble sudah berbagi cerita untuk teman-teman DJ seluruh Indonesia. Semoga semua harapan DJ PDouble bisa berjalan dengan lancar. See you next time :)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.