ARTICLES|April 5, 2010 2:33 am

Timbaland: Shock Value II

Melakukan formula yang sama dengan album sebelumnya, Shock Value II belum bisa menyamai kesuksesan album sebelumnya.

Nama Timbaland jelas nggak asing lagi buat kita semua. Bukan cuma di scene hiphop, namanya emang seakan jadi jaminan mutu di dunia musik internasional. Mulai dari Justin Timberlake sampai Mariah Carey tercatat pernah menyicipi jasanya sebagai produser.

Dengan namanya yang sedemikian besar, nggak heran kalo album solo paling baru miliknya, Shock Value II, yang rilis akhir Desember silam, jadi salah satu album yang ditunggu-tunggu publik musik dunia.

Dengan adanya deretan artis besar lintas genre yang ikutan, bikin album ini jadi omongan di mana-mana. Gimana nggak, mulai dari Daughtry, The Fray, Jet, Miley Cyrus, Justin Timberlake, Drake, Katty Perry, sampai One Republic, tercatat ikutan berkolaborasi di album ketiganya ini.

“Saya merasa sangat beruntung dan bersyukur bisa bekerjasama dengan artis-artis besar itu, dan merilis Shock Value II. Saya bisa jamin, kalo Katty Perry, The Fray, atau Brandy belum pernah terdengar seperti di album ini,” ujar Timbaland.

Formula kolaborasi dengan banyak artis ini emang sudah pernah dia lakukan 2007 silam, lewat albumnya, Shock Value, yang secara komersil, terhitung sukses besar. Jadi, nggak heran kalo Timbaland merasa sangat percaya diri dengan album lanjutannya ini.

Namun, yang kejadian nggak terlalu sesuai dengan harapannya. Berbagai kritikan pedas mampir kepadanya. Berbagai media musik internasional juga mereview album ini dengan biasa-biasa saja. Rata-rata dua dari empat bintang.

“Timbaland bahkan tidak bisa bernyanyi dengan baik, tanpa bantuan auto tune,” tulis salah seorang, yang mengkritiknya pedas.

Well, itu mungkin terdengar subjektif. Tapi, bagaimana kalo kita lihat dari sisi penjualan? Ternyata nggak segitunya juga.

Secara komersil, album ini memang masih belum bisa menyamai kesuksesan album solo keduanya, Shock Value. Kalo album keduanya ini sukses berada di posisi kelima chart Billboard, dan terjual sebanyak 138 ribu kopi di minggu pertamanya, album ketiganya ini cukup puas nangkring di peringkat 36 chart Billboard 200, dan terjual kurang dari 38 ribu kopi, di minggu pertamanya.

Meski begitu, bukan berarti deretan karyanya di album ini jelek. Harus diakui juga, kalo 17 track yang ada di album ini terbilang menarik buat disimak. Bagaimana dia bisa berkolaborasi dengan artis lintas genre, dan membuat mereka semua melakukan hal-hal di luar kebiasaan, jelas patut diacungi jempol.

Sebagai produser, rapper yang bernama asli Timothy Zachery Mosley ini sudah terbukti bertalenta. Sebagai artis? Nilai aja sendiri. Hehehe…(RheinDMC)

  • Share this post:
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Switch to our mobile site